Loading...
Apa kabar para pembaca sekalian..
Semoga semuanya baik-baik saja dan dapat beraktifitas serta selalu belajar menjadi yang terbaik.
Pada perjumpaan kita kali ini akan membahas materi fisika tentang Hukum Pokok Hidrostatika.
Pada materi Tekanan Hidrostatis bahwa tekanan yang dilakukan oleh zat cair besarnya tergantung pada kedalamannya, $P=\rho.g.h$. Hal ini menunjukkan bahwa titik-titik yang berada pada kedalaman yang sama mengalami tekanan hidrostatik yang sama pula. Fenomena ini dikenal dengan Hukum Pokok Hidrostatika yang dinyatakan dengan: Semua titik yang terletak pada bidang datar yang sama dalam zat cair yang sejenis memiliki tekanan yang sama. Perhatikan gambar tekanan hidrostatis pada kedalaman tertentu sebagai berikut:
Berdasarkan hukum pokok hidrostatika, maka tekanan di titik A, B dan C besarnya sama. PA = PB = PC = $\rho.g.h$. Hukum pokok hidrostatika dapat digunakan untuk menentukan massa jenis zat cair dengan menggunakan pipa U. Zat cair yang sudah diketahui massa jenisnya ($\rho_2$) dimasukkan ke dalam pipa U, kemudian zat cair yang akan dicari massa jenisnya ($\rho_1$) dituangkan pada kaki yang lain setinggi $h_1$. Adapun $h_2$ adalah tinggi zat cair mula-mula, diukur dari batas kedua zat cair. Perhatikan gambar pipa U yang berisi dua zat cair yang berbeda pada kedua kolomnya sebagai berikut:
Berdasarkan hukum pokok hidrostatika, maka: $$P_A=P_B$$ $$\rho_1.g.h_1=\rho_2.g.h_2$$ $$\rho_1.h_1=\rho_2.h_2$$ Keterangan:
$\rho_1$ dan $\rho_2$ adalah massa jenis zat cair 1 dan 2 (kg/m$^3$).
$h_1$ dan $h_2$ adalah ketinggian zat cair 1 dan 2 (m).

Hidrostatika dimanfaatkan antara lain dalam mendesain bendungan yaitu semakin ke bawah maka semakin tebal. Dimanfaatkan juga dalam pemasangan infus yang ketinggian diatur sedemikian rupa sehingga tekanan zat cair pada infus lebih besar daripada tekanan dalam tubuh.

Demikianlah materi tentang hukum pokok hidrostatika. Sampai jumpa di postingan lainnya dan semoga bermanfaat.