Loading...
Ikatan Kimia

Apa Itu Ikatan Kimia?

Ikatan kimia adalah gaya yang mengikat dua atom atau lebih untuk membuat suatu senyawa atau molekul kimia, sehingga akan menjaga atom tetap bersama dalam suatu senyawa yang dihasilkan. Namun, ikatan tersebut berbeda-beda, ada ikatan kuat seperti yang terjadi pada ikatan kovalen, ionik, dan logam. Ada juga ikatan lemah yang terjadi pada interaksi dipol-dipol, gaya dispersi London, dan ikatan hidrogen. Semakin kuat ikatan kimia yang terjadi, maka akan semakin stabil senyawa yang dihasilkannya. Sebaliknya, semakin lemah ikatan kimia yang terjadi, maka akan semakin tidak stabil senyawa yang dihasilkan dan dapat mengalami reaksi lain untuk membuatnya lebih stabil. Dalam pembentukannya, ikatan tersebut dipengaruhi oleh elektron valensi (elektron pada kulit terluar suatu atom).

Menurut wikipedia,

ikatan kimia merupakan sebuah proses fisika yang bertanggung jawab dalam interaksi gaya tarik menarik antara dua atom atau molekul yang menyebabkan suatu senyawa diatomik atau poliatomik menjadi stabil. Penjelasan mengenai gaya tarik menarik ini sangatlah rumit dan dijelaskan oleh elektrodinamika kuantum. Dalam praktiknya, para kimiawan biasanya bergantung pada teori kuantum atau penjelasan kualitatif yang kurang kaku (namun lebih mudah untuk dijelaskan) dalam menjelaskan ikatan kimia. Secara umum, ikatan kimia yang kuat diasosiasikan dengan transfer elektron antara dua atom yang berpartisipasi. Ikatan kimia menjaga molekul-molekul, kristal, dan gas-gas diatomik untuk tetap bersama. Selain itu ikatan kimia juga menentukan struktur suatu zat.


Jenis jenis Ikatan Kimia

Ada 3 jenis ikatan kimia sebagai berikut:

1. Ikatan Ionik

Ikatan ionik terjadi ketika ion positif dan negatif (gaya listrik Coulomb) pada setiap atomnya membentuk sebuah ikatan kimia. Ikatan ionik ini juga biasa disebut dengan ikatan elektrovalen. Contoh ikatan ionik adalah Natrium dan Fluorida (NaF). Ikatan ionik hanya dapat terjadi antar unsur-unsur yang memiliki perbedaan keelektronegatifan yang cukup besar. Sehingga, terjadi serah terima elektron seperti pada contoh di atas.
Ciri-ciri ikatan ionik.
  • Suatu ikatan ionik terbentuk melalui transfer penuh elektron valensi dari satu atom ke atom lain untuk mencapai suatu kestabilan.
  • Jenis ikatan ini memungkinkan terbentuknya dua muatan ion yang berlawanan yakni ion bermuatan positif atau kation dan ion bermuatan negatif atau anion.
  • Keberadaan dua ion dengan muatan yang berlawanan ini akan menghasilkan gaya tarikan yang kuat antara keduanya.
  • Ikatan ionik terjadi antara atom non logam dengan atom logam alkali atau alkali tanah
  • Ikatan ionik terbentuk dari atom yang memiliki perbedaan elektronegativitas yang besar bahkan lebih besar daripada ikatan kovalen polar
  • Senyawa yang terbentuk dengan adanya gaya tarik elektrostatik antara ion positif dan ion negatif disebut dengan senyawa ionik


2. Ikatan Kovalen

Ikatan kovalen terjadi ketika ada pemakaian elektron ikatan secara bersama. Ketika ikatan kovalen terjadi, maka kedua atom yang berikatan tersebut akan tertarik pada pasangan elektron yang sama. Contoh ikatan kovalen terjadi pada atom H$_2$. Ikatan kovalen dibagi menjadi 2 yaitu kovalen non polar dan kovalen polar.
Ciri-ciri spesifik ikatan kovalen non-polar:
1. Pasangan elektron yang dipakai bersama membentuk duplet atau oktet.
2. Unsur-unsur pembentuk pada umumnya terdiri dari unsur-unsur non logam.
3. Senyawanya berbentuk molekul.
4. Elektron-elektron tertarik sama kuat ke segala arah.
5. Senyawanya tidak dapat menghantarkan arus listrik.
Ciri-ciri spesifik ikatan kovalen polar:
  1. Pasangan elektron yang dipakai bersama membentuk duplet atau oktet.
  2. Unsur-unsur pembentuk pada umumnya terdiri dari unsur-unsur non logam.
  3. Pasangan elektron yang dipakai bersama tertarik lebih kuat ke salah satu atom.
  4. Mempunyai kutub positif dan kutub negatif.

  5. 3. Ikatan Logam

    Atom logam memiliki elektron valensi yang relatif kosong, hal itu dikarenakan jumlah atomnya yang sedikit. Sehingga ada perpindahan elektron antara satu atom ke atom yang lain. Kemungkinan untuk berpindah tersebut sangat besar, sehingga elektron valensinya berbaur hingga menyerupai awan elektron yang membungkus ion positif di dalam atom. Ikatan yang terjadi tersebut membuat logam ketika ditempa hanya akan mengalami pergeseran pada atom-atom penyusunnya, tapi ikatannya tetap. 
    Ciri Ikatan Logam
    • Atom-atom logam bisa diibaratkan seperti bola pingpong yang terjejal rapat satu sama lain. Atom logam memiliki sedikit elektron valensi, sehingga sangat mudah untuk dilepaskan dan membentuk ion positif.
    • Maka dari itu kulit terluar atom logam relatif longgar (terdapat banyak tempat kosong) sehingga elektron bisa berpindah dari 1 atom ke atom lain.
    • Mobilitas elektron dalam logam sedemikian bebas, sehingga elektron valensi logam mengalami suatu delokalisasi yaitu suatu keadaan dimana elektron valensi tersebut tidak tetap posisinya pada 1 atom, tetapi senantiasa berpindah-pindah dari 1 atom ke atom lain.
    • Elektron-elektron valensi tersebut berbaur membentuk awan elektron yang menyelimuti ion-ion positif logam.


    Demikianlah materi ringkas tentang ikatan kimia. Sampai jumpa di postingan lainnya dan semoga bermanfaat.