Loading...
Konfigurasi Elektron

Selamat datang pengunjung sekalian. Pada postingan ini akan dijelaskan secara ringkas mengenai konfigurasi elektron.
Berdasarkan teori atom Niels Bohr, baca lagi mengenai: Teori Atom. Teori ini menggambarkan letak penyebaran elektron dalam orbital-orbital yang disebut dengan konfigurasi elektron. Konfigurasi elektron dibagi menjadi dua yaitu berdasarkan kulit dan sub kulit.

1. Konfigurasi Elektron Berdasarkan Kulit

Atom memiliki kulit-kulit yang mempunyai kapasitas tertentu dalam menampung elektron. Semakin besar nomor kulit, semakin banyak elektron yang dapat ditampung. Jumlah elektron maksimum yang dapat ditampung setiap kulit mengikuti rumusan berikut.

Jumlah elektron maksimum = $2n^2$, dengan $n$ adalah nomor kulit
  • Kulit K ($n = 1$), jumlah elektron maksimum = 2 x 1$^2$ = 2
  • Kulit L ($n = 2$), jumlah elektron maksimum = 2 x 2$^2$ = 8
  • Kulit M ($n = 3$), jumlah elektron maksimum = 2 x 3$^2$ = 18
  • dan seterusnya..
Kemudian ada yang disebut dengan elektron valensi (elektron terluar). Sebagai contoh: berapa elektron valensi dari unsur oksigen?, kita tahu nomor atom oksigen adalah 8 (lihat daftar nomor atom suatu unsur), sehingga kita peroleh jumlah elektron pada kulit K = 2, dan L = 6. Jadi elektron valensi dari unsur oksigen adalah 6.
Contoh lain, unsur Kr dengan nomor atom 36 maka diperoleh angka konfigurasinya: 2, 8, 18, 8. Jadi elektron valensi adalah 8.

2. Konfigurasi Elektron Untuk Ion

2.1. Kation

Kation (ion positif) adalah atom yang telah melepas elektron.
Contoh:
1. $_{11}$Na$^+$: atom natrium telah melepas 1 elektron, sehingga jumlah elektronnya menjadi 11 – 1 = 10. Dengan demikian, konfigurasi elektronnya menjadi: $_{11}$Na$^+$ = 2, 8.
2. $_{13}$Al$^{3+}$: 2, 8 karena atom Al telah melepas 3 elektron.
3. $_{20}$Ca$^{2+}$: 2, 8, 8 karena atom Ca telah melepas 2 elektron.

2.2. Anion

Anion (ion negatif) adalah atom yang telah menyerap elektron.
Contoh:
1. $_9$F$^-$ : atom fluorin telah menyerap 1 elektron, sehingga jumlah elektronnya menjadi 9 + 1 = 10. Dengan demikian, konfigurasi elektronnya menjadi: 2, 8.
2. $_8$O$^{2-}$ = 2, 8 karena atom O telah menyerap 2 elektron.
3. $_{15}$P$^{3-}$ = 2, 8, 8 karena atom P telah menyerap 3 elektron.



3. Konfigurasi Elektron Berdasarkan Sub Kulit

Konfigurasi elektron berdasarkan kulit memiliki keterbatasan karena pada logam transisi terjadi penyimpangan aturan. Untuk mengatasinya, muncullah konfigurasi elektron berdasarkan subkulit.

3.1. Asas Aufbau

Asas Aufbau menyatakan bahwa pengisian elektron dimulai dari tingkat energi terendah. Urutan pengisian elektron berdasarkan tingkat energinya adalah sebagai berikut.


dimana:
$s$, $p$, $d$, $f$ adalah sub kulit.
Angka yang berada di atas sub kulit adalah jumlah elektron.
Angka yang berada di samping kiri sub kulit adalah tingkat energi.

Untuk lebih memahami asas aufbau, maka coba perhatikan lima contoh berikut:

3.2. Menyederhanakan Konfigurasi Elektron dengan Gas Mulia

Konfigurasi elektron dapat disederhanakan dengan konfigurasi gas mulia yang bernomor atom lebih rendah. Gas mulia merupakan golongan VIII A dengan unsur-unsur berikut.

1). $_2$He: kulit ke-1 (konfigurasi elektron terakhir = 1$s^2$).
2). $_{10}$Ne: kulit ke-2 (konfigurasi elektron terakhir = 2$p^6$).
3). $_{18}$Ar: kulit ke-3 (konfigurasi elektron terakhir = 3$p^6$).
4). $_{36}$Kr: kulit ke-4 (konfigurasi elektron terakhir = 4$p^6$).
5). $_{54}$Xe: kulit ke-5 (konfigurasi elektron terakhir = 5$p^6$).
4). $_{86}$Rn: kulit ke-6 (konfigurasi elektron terakhir = 6$p^6$).
Sebagai contoh: kita tahu konfigurasi dari $_{13}$Al yakni $1s^2$, $2s^2$, $2p^6$, $3s^2$, $3p^1$. Maka konfigurasi $_{13}$Al menjadi: [Ne] $3s^2$, $3p^1$.
Untuk bentuk stabil dari konfigurasi elektron maka elektron sub kulit $s$ dipindahkan 1 ke sub kulit akhir. Sebagai contoh, bentuk konfigurasi stabil dari $_{13}$Al menjadi: [Ne] $3s^1$, $3p^2$.

3.3. Konfigurasi Bentuk Ion

Konfigurasi ion berbeda dengan konfigurasi atom. Hal ini dikarenakan pada bentuk ion, atom-atom tersebut telah melepas atau menyerap elektron sehingga jumlah elektronnya berubah. Atom-atom yang melepas elektron akan membentuk ion positif (kation), sedangkan atom-atom yang menyerap elektron akan membentuk ion negatif (anion).

3.3.1 Konfigurasi Kation

Kation (ion positif) terbentuk ketika suatu atom melepas elektron. Elektron yang dilepas berasal dari kulit terluar.


3.3.2. Konfigurasi Anion

Anion (ion negatif) terbentuk ketika suatu atom menyerap elektron. Elektron yang diserap akan mengisi orbital berikutnya yang masih kosong.



Demikianlah penjelasan mengenai konfigurasi elektron. Sampai jumpa di postingan lainnya dan semoga bermanfaat.