Loading...
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Ketika Anda terluka, luka tersebut dapat dibersihkan disterilkan dengan alkohol. Alkohol yang digunakan umumnya adalah alkohol 70%, tahukah Anda apa maksudnya? Alkohol 70% adalah salah satu contoh dari larutan. Larutan merupakan campuran homogen dari dua zat atau lebih, yang terdiri dari zat pelarut dan zat terlarut dengan komposisi yang dapat bervariasi. Berdasarkan wujud pelarut dan zat terlarut terdapat beberapa jenis larutan, misalnya larutan gas dalam gas, dalam zat cair, zat padat dalam zat padat dan lain-lain.
Setelah Anda mempelajari larutan diharapkan dapat mengidentifikasi sifat-sifat larutan, mengelompokkan larutasn dan dapat menjelaskan kemam- puan lartan elektrolit menghantar listrik.
Hubungan antara konsep yang satu dengan yang lain dapat Anda per- hatikan pada konsep berikut.


Perhatikan peta konsep berikut:

A. Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Air merupakan pelarut universal. Zat-zat yang larut dalam air dapat digolongkan dalam dua kelompok besar berdasarkan sifat daya hantar listriknya. Zat-zat terlarut yang dapat menghantarkan arus listrik disebut zat elektrolit. Sedangkan zat-zat terlarut yang tidak mampu menghantarkan arus listrik disebut zat nonelektrolit. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Larutan elektrolit terbentuk dari zat elektrolit yang terlarut dalam air. Larutan nonelektrolit adalah zat nonelek- trolit yang dilarutkan di dalam air.
Untuk mengetahui apakah suatu larutan merupakan larutan elektrolit atau nonelektrolit dapat dilakukan percobaan sebagai berikut.

Percobaan Larutan elektrolit dan nonelektrolit

Delapan buah gelas kimia masing-masing diisi dengan larutan:

  • gelas I diisi dengan air murni
  • gelas II diisi dengan larutan garam dapur
  • gelas III diisi dengan larutan cuka
  • gelas IV diisi dengan larutan gula
  • gelas V diisi dengan larutan alkohol
  • gelas VI diisi dengan larutan asam sulfat
  • gelas VII diisi dengan larutan asam klorida
  • gelas VIII diisi dengan larutan amonium hidroksida.


Selanjutnya masing-masing larutan dalam gelas kimia diuji denganpenguji elektrolit.
Setelah diuji didapatkan hasil sebagai berikut:




Percobaan-percobaan tersebut menunjukkan bahwa ada zat yang ber- sifat elektrolit dan nonelektrolit. Air murni, gula, dan alkohol merupakan zat nonelektrolit, sedangkan garam dapur, asam sulfat, asam klorida, amo- nium hidroksida, dan cuka adalah zat elektrolit. Zat elektrolit terbagi men- jadi dua bagian, yaitu zat alektrolit kuat dan zat elektrolit lemah. Cuka dan amonium hidroksida tergolong elektrolit lemah, sedangkan garam dapur, asam sulfat, dan asam klorida merupakan elektrolit kuat. Mengapa cuka dan amonium hidroksida termasuk elektrolit lemah? Suatu larutan dapat menghantarkan arus listrik, jika di dalam larutan terjadi ionisasi. Semakin banyak ion-ion yang dihasilkan di dalam larutan elektrolit, semakin besar daya hantar listriknya. Dalam ionisasi zat terse- but terurai menjadi partikel-partikel yang bermuatan listrik positif (ion positif = kation) dan bermuatan listrik negatif (ion negatif = anion). Ion adalah atom atau gugusan atom yang bermuatan listrik.


B. Elektrolit dapat berupa senyawa ion atau senyawa kovalen

Senyawa terbagi menjadi dua, yaitu senyawa ion dan senyawa kovalen. Senyawa ion adalah senyawa yang atom-atomnya berikatan ion, misalnya NaCl. Kristal NaCl terdiri atas ion Na$^+$ dan ion Cl$^-$ . Jika kristal NaCl itu dilarutkan dalam air maka ikatan antara ion positif (Na$^+$) dan ion negatif (Cl$^-$) terputus, dan ion-ion itu akan tersebar dan bergerak bebas di dalam larutan. Adanya ion-ion yang bergerak bebas inilah yang menyebabkan adanya aliran listrik. Oleh karena itu, setiap senyawa ion dalam bentuk lelehan dan larutan bersifat elektrolit.
NaCl$_\text{(s)}$ + air$_\text{(aq)}$ $\to$ Na$^+_\text{(aq)}$ + Cl$^-_\text{(aq)}$
Kristal NaCl dalam bentuk lelehan dapat menghantarkan arus listrik, karena lelehan senyawa ion/senyawa ion cair jika dialiri arus listrik, ion- ionnya dapat bergerak bebas.
Senyawa kovalen adalah senyawa yang atom-atomnya berikatan kovalen. Tetapi tidak semua senyawa kovalen bersifat elektrolit. Senyawa kovalen yang jika dilarutkan dalam air menghasilkan ion-ion, berarti senyawa itu bersifat elektrolit. Misalnya:
HCl$_\text{(g)}$ + air$_\text{(aq)}$ $\to$ H$^+_\text{(aq)}$ + Cl$^-_\text{(aq)}$ Selain asam klorida, asam sulfat (H$_2$SO$_4$) merupakan senyawa kovalen yang juga bersifat elektrolit. Bagaimana persamaan ionisasinya? Kita ketahui bahwa senyawa kovalen terdiri dari senyawa kovalen polar dan senyawa kovalen nonpolar. Senyawa kovalen polar seperti HCl dan CH$_3$COOH dalam air merupakan penghantar listrik yang baik, sebaliknya senyawa kovalen nonpolar seperti gula dalam air tidak dapat menghantarkan arus listrik karena di dalam air, gula tidak menghasilkan ion-ion.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa senyawa yang dapat menghantarkan listrik adalah senyawa ion dan senyawa kovalen polar.


Demikianlah penjelasan tentang larutan elektrolit dan non elektrolit. Sampai jumpa di postingan lainnya dan semoga bermanfaat.