Loading...

Selamat datang pengunjung blog MIPA, semoga semuanya dalam keadaan baik sehingga selalu tetap belajar. Pada postingan ini akan dijelaskan mengenai penggunaan mikroskop. Berikut ini ditampilkan gambar mikroskop dan bagiannya:

Baiklah langsung saja kita ke pembahasannya sebagai berikut:

Penggunaan Mikroskop

Pengamatan mata manusia memiliki kemampuan daya pisah terbatas terhadap objek berukuran mikron, sehingga sangat diperlukan alat bantu. Preparat histologis jaringan hewan dibuat dengan pertimbangan disesuaikan dengan kaidah optis. Salah satu alat bantu yang digunakan untuk pengamatan preparat tersebut yaitu mikroskop (micro = kecil + scopium = penglihatan), dengan menggunakan mikroskop pengamat lebih mampu meningkatkan daya pisah objek mikroskopis sehingga objek yang sangat halus (renik) pun dapat diamati strukturnya dengan jelas.

Para praktisi di bidang struktur tentu telah mengenal jenis alat bantu mikroskop. Mikroskop yang digunakan oleh pelajar/mahasiswa adalah mikroskop cahaya, disebut student microscope. Sumber cahaya berasal, baik dari sinar matahari maupun lampu listrik yang ditempatkan pada badan mikroskop sebagai sumber cahaya. Jenis mikroskop ini tergolong sederhana, baik dengan lensa okuler/pengamatan tunggal (mikroskop monokuler) maupun yang memiliki lensa okuler ganda (mikroskop binokuler). Mikroskop demikian hanya untuk mengamati bayangan objek bersifat dua dimensi yakni hanya memproyeksikan panjang dan lebar objek saja sehingga objek yang diamati berukuran mikron atau ยต, agar dapat ditembus oleh cahaya. Terdapat juga jenis mikroskop stereo (stereo microscope) yakni mikroskop pada satu bagian lensa objektif terdapat dua optik sehingga penggunaan mikroskop ini mampu memproyeksikan bayangan objek menjadi bersifat tiga dimensi. Sebagai penyempurnaan mikroskop yang disesuaikan untuk kebutuhan sains dan medis pengamatan mikroskopis yang semakin maju maka telah diciptakan sejenis mikroskop canggih untuk pengamatan ultrastruktur (organel-organel) yakni electron microscope, baik yang dikenal dengan nama Transmission Electron Microscope (TEm) maupun Scanning Elektron Microscope (SEm).

Setelah mempelajari dan melakukan praktikum dari modul ini, secara umum Anda diharapkan dapat menjelaskan penggunaan mikroskop, baik monokuler maupun binokuler. Secara khusus akan lebih rinci, setelah mempelajari modul ini Anda diharapkan dapat:

  1. menjelaskan jenis-jenis mikroskop;
  2. mengidentifikasi bagian-bagian mikroskop;
  3. menjelaskan fungsi bagian-bagian mikroskop;
  4. menjelaskan penggunaan mikroskop;
  5. melakukan pengamatan menggunakan mikroskop.

Agar semua tujuan pembelajaran dapat tercapai, Anda diharapkan mempelajari modul ini secara saksama dan mengerjakan setiap latihan dan melakukan pengamatan dengan teliti pada setiap kegiatan yang dilakukan. Pada modul ini, Anda hanya akan dikenalkan dan diterangkan mengenai penggunaan mikroskop cahaya saja. Secara umum, mikroskop cahaya memiliki bagian-bagian sebagai berikut.

  1. bagian mekanis; dan
  2. bagian optik.

Bagian mekanis merupakan bagian yang dianggap kurang penting, tetapi dalam praktik di laboratorium sangat berperan agar mikroskop tersebut dapat dipergunakan dengan benar dan baik. Dasar/kaki mikroskop tipe lama berbentuk ladam (tapal kuda), namun mikroskop produk mutakhir bagian dasar tidak lagi berbentuk ladam, tetapi berbentuk kompak untuk menopang badan mikroskop sehingga dapat berdiri tegak dan digunakan untuk menempatkan kelengkapan berupa lampu sebagai sumber cahaya. Pada kaki terdapat pilar kokoh tempat bertumpu bagian sebagai pegangan/lengan mikroskop, kadang dilengkapi dengan sistem perengselan berfungsi mengatur posisi sesuai dengan yang dikehendaki (bisa digerakkan ke posisi tegak lurus sampai dengan condong ke arah belakang). Bagian mikroskop paling penting adalah panggung/meja preparat mikroskopis/preparat (di depan atas pilar) digunakan untuk menempatkan preparat/preparat atau objek yang diamati. Meja preparat ini dilengkapi suatu lubang (tepat di tengah) untuk melewatkan arah cahaya berasal sumber cahaya dan diafragma yang terletak di bawah meja preparat. Meja preparat dilengkapi penjepit preparat. Ada tipe lain dijumpai bagian penjepit dilengkapi alat penggeser (kanan kiri dan depan belakang) berskala untuk mengatur posisi preparat mikroskopis sesuai tujuan, untuk mengamati posisi struktur/objek pandang preparat tepat dan sesuai yang dikehendaki. Tepat di bawah meja preparat/lurus dengan lubang cahaya, terdapat kondensor yang berfungsi untuk memfokuskan sinar masuk dari cermin atau sumber cahaya ke objek yang diamati. Tepat di bawah kondensor terdapat diafragma berfungsi untuk mengatur banyaknya cahaya sesuai kebutuhan (banyak sedikitnya sinar masuk).

Tabung/tubus melekat pada lengan mikroskop lengkap dengan bagian optiknya. Pada mikroskop biologi dilengkapi dengan tabung yang dapat dinaikkan dan diturunkan, tujuannya posisi lensa dapat diatur dengan baik dan tepat karena pada lengan mikroskop terdapat bonggol pengatur kasar (makrometer) dan bonggol pengatur halus (mikrometer). Terdapat pula jenis mikroskop yang panggung/meja preparat dapat digerakkan naik turun.

Bagian optik terdiri atas lensa okuler, lensa objektif, lensa kondensor, cermin (cekung dan datar), dan diafragma. Pada ujung tabung bagian atas terletak lensa okuler dengan kemampuan membesarkan bayangan benda. Lensa ini mudah untuk dilepas dari dudukannya pada tabung. Pada lensa ini tertulis angka-angka yang menunjukkan kemampuan perbesaran yakni 5 X, 10 X, 12,5 X, dan 15 X. Perkalian antara angka-angka yang tertera pada lensa okuler dengan lensa objektif merupakan perbesaran total sebuah mikroskop (misal kita menggunakan lensa okuler 10 X; kombinasi lensa objektif 10 X; berarti perbesaran total adalah 100 X).

Lensa objektif terletak pada suatu revolver yakni piringan yang dapat diputar-putar, terletak di bagian bawah tubus dengan empat buah lensa objektif masing-masing perbesaran 4 X; 10 X; 40 X, dan 100 X. Lensa objektif yang paling kuat adalah 100 X, dengan perbesaran total 1000 kali. Lensa objektif 100 X disebut sebagai objektif minyak imersi karena penggunaannya dengan bantuan minyak imersi (harus dipelajari secara khusus). Diafragma berfungsi untuk mengatur intensitas cahaya yang diperlukan pada saat mengamati preparat mikroskopis, terletak di bawah subpanggung preparat.

Lensa kondensor terdiri atas kombinasi dua buah lensa berfungsi untuk memfokuskan cahaya ke objek pengamatan. Dengan mengatur lensa kondensor dan cermin cekung bila kondisi ruangan kekurangan cahaya, akan diperoleh pencahayaan yang lebih baik.

Cermin dan lampu, cermin kelengkapan mikroskop konvensional dengan permukaan ganda yaitu cekung dan datar, berfungsi memantulkan cahaya dari sumber cahaya ke objek/benda yang diamati. Bila sumber cahaya cukup terang digunakan cermin permukaan datar, sedangkan cermin cekung digunakan bila intensitas cahaya dari sumber cahaya kurang, sebab sifat cermin cekung selain memantulkan cahaya juga berfungsi mengumpulkan cahaya ke objek. Sekarang ini telah dikembangkan mikroskop dengan pencahayaan menggunakan lampu sumber tenaga listrik sehingga Anda dapat mengamati preparat mikroskopis kapan saja sesuai kebutuhan.

Salah satu ciri yang membedakan sel hewan dan tumbuhan dapat diamati secara struktural yakni melalui pengamatan secara mikroskopis. Sel tumbuhan dapat diamati berupa sayatan segar, tetapi tidak demikian untuk sel hewan, harus melalui proses fiksasi sampai dengan pewarnaan khusus untuk membedakan struktur selnya dengan lebih tegas. Sebagai ilustrasi, suatu jaringan hewan tersusun atas sel-sel yang diwarnai dengan pewarnaan Hematoxylin-Eosin, akan tampak inti sel terpulas biru atau ungu, sedangkan bagian sitoplasma (di luar inti) terpulas merah muda. Proses fiksasi bertujuan untuk mematikan sel secara cepat tanpa merusak struktur yang ada dalam sel, sehingga sedapat mungkin struktur di dalam sel terjaga, sedangkan pewarnaan dilakukan agar dapat dibedakan dengan jelas bagian-bagian di dalam selnya.

Demikianlah postingan tentang mikroskop. Sampai jumpa di postingan lainnya dan semoga bermanfaat.